Bismillah,
Salah satu salah kaprah yg sudah sedemikian mendarah daging adalah ucapan Lebaran. Saya yakin mayoritas kaum muslim di Indonesia lebih mengenal ucapan “Minal ‘aidin wal faizin” yg akan disampaikan/diterima pada saat Lebaran tiba.
Sebenarnya ucapan ini kurang tepat!
Jika merujuk pada hadits dan sunnah Rasululloh SAW, beliau mencontohkan ucapan sebagai berikut:
“Taqoballahu Minna Wa Minkum” (ada juga yg menambahkan Shiyaamana wa shiyaamakum)
yang artinya semoga ALLOH menerima ibadah kita semua (dan amal shiyam/shaum/puasa).
“Taqoballahu Minna Wa Minkum” (ada juga yg menambahkan Shiyaamana wa shiyaamakum)
yang artinya semoga ALLOH menerima ibadah kita semua (dan amal shiyam/shaum/puasa).
Sementara “minal ‘aidin wal faizin” mempunyai arti (semoga ALLOH menjadikan kita) sebagai bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha ALLOH).
Lantas, apa tidak boleh mengucapkan minal ‘aidin wal faizin? Seperti saya tuliskan di atas, sayaTIDAK MELARANG, NAMUN KURANG TEPAT! Boleh-boleh saja anda mengucapkannya, karena insya ALLOH ucapan itu termasuk doa.
Namun, sekali lagi, ucapan yg PALING TEPAT disampaikan kepada orang2 pada saat Lebaran adalah Taqoballahu Minna Wa Minkum.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar